| CUACA |
 |
Surabaya 25-30°C |
 |
Malang 20-29°C |
 |
Pasuruan 19-31°C |
 |
Madiun 23-31°C |
 |
Pacitan 23-30°C |
 |
Banyuwangi 23-32°C |
 |
Sumenep 26-31°C |
 |
Bawean 25-32°C |
 |
Rata2 19-32°C | | |
Source: BMG Indonesia |
| |
24/12/2009
|
| | SEKTOR PERDAGANGAN, HOTEL DAN RESTORAN DOMINASI PERTUMBUHAN EKONOMI JATIM Senin, 13 Juli 2009 15:36:30
Pada triwulan pertama 2009, pertumbuhan ekonomi di Jatim diseluruh sektor ekonomi cukup positif. Namun dari keseluruhan, pertumbuhan tersebut masih didominasi oleh tiga sektor, yakni sektor perdagangan, hotel, dan restoran sebesar 28 persen, sektor industri pengolahan sebesar 27,64 persen, dan pertanian 19,84 persen.
Wakil Gubernur Jatim, Drs Saifullah Yusuf saat menerima kunjungan kerja Komisi XI DPR RI di kantornya, Senin (13/7) menjelaskan, dominasi tiga sektor tersebut memang cukup positif dan diprediksi masih mampu meningkat lagi pada triwulan kedua, bahkan sampai dengan akhir 2009.
Pada 2009 sampai dengan triwulan pertama total pertumbuhan ekonomi Jatim masih mencapai 4,48 persen. Pencapaian tersebut masih relatif bagus. Pasalnya, dengan itu Jatim berhasil mengungguli angka pertumbuhan ekonomi nasional dalam periode yang sama sebesar 4,04 persen.
Adapun prediksi peningkatan pertumbuhan ekonomi Jatim pada triwulan kedua mencapai 4,73 persen. Sedangkan sampai dengan akhir 2009 diprediksikan menigkat kembali mencapai 4,5-4,9 persen.
Pertumbuhan ekonomi Jatim yang cukup signifikan tersebut, hendaknya dapat terus diupayakan naik. Pasalnya, dengan pencapaian yang maksimal dapat menjadi indikasi kemajuan perkonomian di Jatim.
Seperti diketahui, dari data BPS Jatim pada 2009 ini, kontribusi terbesar pertumbuhan ekonomi Jatim berasal dari sektor angkutan dan komunikasi mencapai 12,16 persen. Namun, angka itu lebih rendah daripada pencapaian nasional yang sumbangan sektor angkutan dan komunikasi juga terbesar yakni mencapai 16,7 persen.
Sedangkan subsektor komunikasi memberi sumbangan terbesar ke sektor angkutan dan komunikasi sebanyak 24,68 persen atau lebih rendah dari pencapaian nasional di subsektor yang sama sebesar 30,9 persen. Untuk pertumbuhan ekonomi pada triwulan pertama, pada subsektor lain seperti angkutan penyeberangan mencapai 16,03 persen, angkutan udara 13,71 persen, dan angkutan kereta api 8,02 persen.
Jika ditinjau dari sisi penggunaan atau permintaan, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jatim selama triwulan I/2009 tetap dipengaruhi komponen konsumsi rumah tangga yang mencatatkan pertumbuhan sangat tinggi sebesar 9,35 persen.
Pada dasarnya, kondisi itu terjadi karena adanya dorongan konsumsi non makanan yang tumbuh 11,82 persen. Bahkan, konsumsi pemerintah dan konsumsi lembaga swasta nirlaba juga menunjukkan pertumbuhan bagus dengan masing-masing 10,22 persen dan 19,96 persen. Artinya, seluruh komponen konsumsi selama triwulan pertama tahun ini rata-rata meningkat tajam.
Selain itu, perkembangan ekspor impor yang mencatatkan pertumbuhan sedikit membaik, juga memberi kontribusi pada pencapaian pertumbuhan ekonomi Jatim saat ini. Sekarang, ekspor Jatim yang diukur dari ekspor antar provinsi dan luar negeri tumbuh signifikan. Sementara itu ekspor antarprovinsi tumbuh sebesar 15,30 persen dan ekspor ke luar negeri mengalami kontraksi 4,73 persen.
Pola yang sama dialami oleh impor, lanjut dia, tercatat seluruh kegiatan perdagangan luar negeri mengalami kontraksi sangat tajam. Dari pola itu tampak terjadi peningkatan sebesar 12,13 persen untuk impor antarprovinsi dan 10,16 persen untuk impor dari luar negeri. *(afr)
|
|
TABLOID POTENSI |
Tabloid Potensi merupakan media cetak bulanan yang diterbitkan oleh Dinas Informasi dan Komunikasi Pemprov. JATIM.
|  |